penulisan judul dengan huruf kecil

Aku suka sekali menulis judul dengan huruf kecil secara keseluruhannya. Aku merasa, ketika aku mengetik judul, aku menulis keseluruhan cerita itu dengan tulisan tangan. Karena kau tahu, ketika aku menulis tangan, aku kurang suka menulis huruf kapital. Aku pikir menarik juga untu menjadi “berbeda” di tengah kakunya fiksi yang aku tulis. Hehehe.

Advertisements

cantik sejatinya

“Eh, lihat lihat! Sini deh, Nia!”

Aku segera menghampiri temanku. Dia menunjukkan foto narsis seorang perempuan di instagram. Aku tidak mengenalnya. “Siapa ini?”

Dia menyebutkan nama dan siapa dia. Aku hanya mengangguk-angguk saja.

“Dia cantik, ya?”

Aku berpikir panjang. Temanku terus mendesak. “Iya,” jawabku akhirnya, sedikit terpaksa. Rambutnya panjang, senyumnya cerah, wajahnya mulus. Yah, begitulah. Melihat followernya sudah pasti dia terkenal. Temanku menunjukkan foto-fotonya yang lain.

“Aku iri…” jawab temanku lirih.

Aku meliriknya tanpa berkomentar. Mendengus pelan. Tanpa dijelaskan iri kenapa aku sudah mengerti. Semua cewek aku yakin pernah ngalamin hal seperti ini. Termasuk pula aku. Sifat ini memang nggak bisa dihindari. Banyak cewek yang rela ngeluarin budget untuk merubah appearance. Selalu ingin terlihat perfect dan dipuji-puji banyak orang.

Tapi mengingat realitas yang ada, penampilan tidaklah bertahan lama. Perempuan adalah manusia, yang mutlak akan bertambah tua, wajah berkerut, kulit mengendur, suara tak lagi merdu, dan merasakan sesaknya liang lahat nanti.

Aku mengutip kata-kata yang terngiang di kepalaku. Kata-kata ini dari guru sosiologiku, beliau mengatakan; “Orang yang menilai seseorang dari luar tidaklah selamanya tepat. Terutama pada laki-laki, yang menilai cantik dari penampilan dan wajah. Laki-laki yang menilai dari wajah, adalah kuno. Karena kita semua tahu beauty tidak hanya dari looks, namun skill, smart, dan terutama heart. Itulah yang disebut dengan inner beauty.”

Aku kagum. Tidak banyak laki-laki yang dapat berkata seperti itu. Andai saja semua orang mengerti…