rekomendasi film romantis nih!

Aku addict banget sama yang namanya film romantis. Nggak hanya film luar, film lokal aku juga suka! Momentum yang paling menyentuh adalah momen yang selalu terkenang, bahkan untuk kehidupan sehari-hari. Ini cuma beberapa rekomendasi film sih eheheh, tapi film-film ini selalu bikin aku terlena saat menontonnya.

13 Going on 30

Ketika kamu masih remaja, sering banget berangan-angan menjadi orang dewasa. Eh, tapi, apa dewasa itu menyenangkan?

Warm Bodies

Bayangin aja, kamu baru sadar dan menyadari kamu adalah zombie! Ketika kamu mau makan, kamu malah jatuh cinta sama cewek… bukan zombie. Seenggaknya dia nggak punya pacar sih (soalnya kamu habis makan otak pacarnya). Ya begitu deh. Kira-kira dia suka zombie tidak ya? Aku suka senyum sendiri nonton film ini. Apalagi zombienya ganteng ❀

Flipped

Sebenarnya dulu aku berminat untuk membeli novelnya. Tapi aku ragu-ragu, soalnya untuk ukuran novel tipis juga. Jadi aku nonton filmnya. TAPI FILM INI PLEASE IMUT BANGET. Selama nonton film ini aku cuma pengen mereka “nau kiss” saking gregetannya #plak

Turn Left Turn Right

Eh, film China? Awalnya aku ragu nonton film ini. Tapi yasudah deh lanjut saja. Eh tapi, lama-lama… film ini nyentuh banget. Seriusan. Aku sempet menyesal karena skip film ini beberapa saat. Pokoknya nyentuh banget. Aku mau nangis waktu itu hehehe. Cocok banget buat ngegalau, apalagi buat kalian yang sedang menyukai seseorang diam-diam atau lagi LDR.

Shallow Hal

Kocak, romantis, penuh makna. Bukti kalau cinta berdasarkan inner beauty itu indah. Buat orang-orang atau cowok yang suka ngejudge dari penampilan perlu banget nonton ini. Suka banget deh sama film ini >///////<

Aku perlu nonton film romantis lagi nih. Buat kamu yang punya rekomendasi atau mau nonton bareng aku silahkan~ πŸ˜€ sankyu

belajar sewaktu liburan? kok malah terasa berat ya?

Hai semuanya! Sedang menikmati liburan kah? Aku juga nih. Aku sempat liburan ke solo selama tiga hari. Di sana aku selalu makan makanan enak. Aku ngerasa enjoy banget di sana hahaha. Pengen jalan-jalan lagi rasanya…

Karena sisa liburan ini aku bosen ngelakuin hobi, aku mencoba untuk melakukan kegiatan baru; belajar! Yap, ngebayangin jadi jenius saat masuk semester baru bikin hati seneng sendiri. Keren kan. Apalagi aku ini orangnya butuh waktu lama untuk belajar. Jadi, why not? Aku coba saja.

Tapi nyatanya… itu tidaklah mudah.

Banyak yang bilang aku semakin kurus, orangtuaku juga berpikir demikian. Kalau aku menghabiskan waktu di kamar, itu artinya aku sedang mencoba belajar. Tapi beliau kira aku sedang membaca novel atau main rubrik. Jadi dia berusaha untuk “menggemukkan anak” dengan berbagai cara. Dan secara garis besar, itu menganggu kosentrasiku. Terutama ketika aku belajar itu, bukannya belajar malah ngemil. Seminggu telah berlalu dan aku pikir belajarku malah jadi “asal lewat” saja.

Jadi aku bilang, “Aku mau fokus belajar dulu, ya.” Barulah orangtuaku tidak mengangguku. Sip. Sekarang faktor pengganggu eksternal sudah nggak ada lagi. Aku menekuni belajarku.

….tetap saja belajarnya nggak lancar OTL

Setelah aku review, aku mempunyai beberapa kelemahan: 1) Nggak teliti 2) Tergesa-gesa dan tidak mengoreksi kembali hasil jawaban 3) Karena aku belajar materi yang belum diajarkan a.k.a otodidak berdasarkan soal, tingkatan belajarnya nggak detil dan hanya garis besarnya saja

Kesimpulannya… sampai aku menulis postingan ini, bisa dibilang ini bukan belajar sih… cuma baca-baca buku pelajaran doang πŸ˜₯

Tapi gegara ini aku mengerti bahwa:

# Kalau belajar, gunakan istirahat pendek. Jadi kamu nggak terlena dan bisa kembali sama belajar.

# Karena liburan waktu lebih longgar, belajar hal yang kamu nggak bisa terlebih dahulu. Kalau sudah bisa, selanjutnya belajar bakalan lebih lancar.

Thanks for reading. Happy holidays~! πŸ™‚

i change my hair style!

hairstyle

Halo! Setelah scrolling beranda ternyata sudah lama tidak update ya, tehehe πŸ˜€

Aku mengganti gaya rambutku. Agaknya aku bosan sedari kecil belah samping melulu, jadi aku coba belah tengah. Ketika bercermin terlihat lucu, seperti bukan “Nia yang Biasanya” hahaha. Tapi katanya terlihat fresh. Gapapa deh, sekali-kali ganti suasana πŸ™‚

penulisan judul dengan huruf kecil

Aku suka sekali menulis judul dengan huruf kecil secara keseluruhannya. Aku merasa, ketika aku mengetik judul, aku menulis keseluruhan cerita itu dengan tulisan tangan. Karena kau tahu, ketika aku menulis tangan, aku kurang suka menulis huruf kapital. Aku pikir menarik juga untu menjadi “berbeda” di tengah kakunya fiksi yang aku tulis. Hehehe.

butuh auto fokus

Sepertinya ada permasalahan dengan kosentrasiku. Sialnya, ini terjadi berulang kali balakangan ini. Cukup merepotkan bila aku tidak nyambung dengan orang yang tidak mengenalku. Sedikit contoh nih;

Aku beli jus bersama shizuku-san. Sambil menunggu pesanan selesai kami mengobrol. Kemudian aku mengambil pesanan. “Berapa mas?” kataku seraya mengambil dompet.

“Delapan ribu.”

Aku medengus. Mahal amat. Aku mengeluarkan dua puluh ribuan. Mas itu bengong. Shizuku bengong.

“Eh, harganya delapan ribu mbak.”

“Oh… OH?” seperti aku baru sadar, segera langsung mengganti uangnya. Setelah selesai, aku berbisik pada Shizuku.

“Aneh, deh. Perasaan dia bilang delapan belas ribu.”

“Dia bilang delapan ribu.” sahut Shizuku.

“Enggak, dia bilang delapan belas ribu.”

Shizuku melotot. “DELAPAN.”

“DELAPAN BELAS,” aku bersikukuh.

“Haduh, kan masnya tadi bilang delapan ribu.”

Eh, iya juga sih. Aku nyengir sok polos tanpa dosa.

Ada lagi cerita lain. Mengerjakan soal. Kalian tahu kan soal integral? Soal yang termasuk sangat mudah. Aku mengerjakannya dengan sangat lancar. Aku memperlihatkannya pada guruku. Kemudian beliau mencoret hasilku.

“Lho kenapa salah?!” aku heran.

“Masa satu pangkat tiga hasilnya tiga. Jadi salah semua.”

“Ukhh… tapi kan cuma salah sedikit…” kataku tidak terima.

“Salah satu tapi jadi salah semua. Ayo kerjakan lagi (ngasih selembar soal)”

“ARRGHHHH!!!!!” ( note: belajarku memang begini kawan, kalau aku salah aku harus mengerjakan selembar soal lagi)

Itu hanya contoh kecil saja sih. Kadang-kadang ketika aku ngobrol juga berkata hal berlawanan topik. Aku juga perlu berpikir lama untuk mengambil keputusan. Aku juga kesulitan mendengarkan orang yang berbicara cepat. Apa ada yang salah denganku? 😦