nganggur~

hari minggu enaknya ngapain ya..? badan sakit gini bikin nggak bisa kemana-mana. jadi iseng bikin origami deh~ xD

Imageternyata susah juga lho. aku hampir kesal mau dilipat bagian mana. tapi inti membuat karya itu sabar, foila! akhirnya aku berhasil! 😀

kalau dipikir-pikir, aku lebih sering menggambar daripada mewarnai. jadi aku menge-print beberapa line art dan mewarnainya. pertama aku menggunakan pensil warna. aku cemberut karena hasil warnanya nggak tajam(aku tau aku kurang sabaran dalam tahap blocking ehehe). kemudian aku menggunakan spidol warna..tapi jadinya aku tidak bisa bermain dengan gradasi warna. anyway, it’s still fun for me 🙂

Image(credit belongs to owner)

 

ujian hhh

exams are coming, guys! Waktunya untuk belajar yang rajin. Rasanya kepala baru digetok malaikat untuk segera bertobat. Di benak sudah ada mimpi untuk mendapat nilai-nilai mahal di kertas ulangan. Apalagi mimpi untuk berdiri di podium sekolah, menerima penghargaan sebagai murid berprestasi… Wah, hanya membayangkannya saja hati sudah membumbung tinggi.

Tapii tentu sajaa.. sulit untuk aku yang belajarnya ogah-ogahan, dan seriously, cuma belajar dari subuh sampai sebelum ujian.

Kerennya lagi, aku duduk di depan. Bersama seorang anak yang soalnya beda paket, beda kelas, dan beda jurusan tentu saja.. *girly tears*. This means ini benar-benar ujian. Aku kerjain sejujurnya(mostly ketika ada niat mencontek, pengawas menatap ke arahku). Kalau nilai ini akan bagus, ya alhamdulillah. Kalau jelek.. ya sudahlah remidi kuterima.

Sudah beberapa hari ujian berlangsung… Alhamdulillah aku masih kuat belajar(nah lho). Karena banyak waktu luang setelah sekolah, aku manfaatkan untuk belajar. Belajar sepenuhnya. Belajar mulai dari nol, mulai dari konsep. Dan ini jelas membantu banget daripada belajar seluruh bab tapi nggak maksimal.

Belajar maksimal… udah. Ngerjain soal… udah. Tapi masih ada yang mengganjal di pikiran…

Yeah, that negative think.

Kalau liat sekeliling, nggak sedikit anak yang sama rajinnya denganku. Mereka lebih cepat dalam belajar, juga di mata guru tergolong ‘okelahguekasihnilaibagus’. Aku merasa… nggak pede. Bisa nggak ya aku lebih daripada mereka? Bisa nggak ya aku meraih mimpi-mimpiku?

Aku menghela napas. Aku meyakinkan diri. Bisa.

Namanya ujian, pastilah ada kompetisi. Aku tancapkan dalam hati untuk memotivasi. Ada saingan makin asik ‘kan? Kalau mereka pintar, aku harus dua kali lebih pintar daripada mereka. Makin banyak belajar, makin beruntunglah aku. It’s not too late to start my beginning 🙂

At least, semoga setiap ujian ini memberikanku manfaat dan paham. Aminn.

Good luck everybody, especially me! 🙂