Aku punya ketertarikan kepada seseorang yang sedang sendirian. Aku tidak mengerti kenapa. Pokoknya, setiap kali ada orang berjalan sendiri atau melamun… rasanya ada gejolak simpatik di hatiku. Bahkan terhadap stranger sekalipun. Begitulah…

Awalnya hatiku cuma merasakan simpatik. Seperti “ohh, dia sendirian… kasihan sekali…” atau “ada apa sih? Kenapa dia sendiri?” atau juga “semoga ada orang yang mau menemani dia..”

Simpatik itu tumbuh menjadi heran dan tanda tanya. Kenapa sih dia mau sendiri? Apakah dia merasa nyaman? Hidupnya emang menyendiri gitu?

Kemudian perasaan itu berubah menjadi kebencian, banyak argumen pesimistik dari benakku. Kenapa dia mau sendiri? Kamu kira sendirian itu enak? Bodoh banget ada orang yang ninggalin seseorang sendirian? Bukannya seseorang itu nggak bisa hidup sendiri? Egois sekali ya?

Tapi tentu saja, kebencian yang selalu dibawa, akan melelahkan untuk selalu dibawa. Lama-lama aku tidak merasakan apa-apa lagi. Aku tidak tertarik lagi dengan seseorang yang sedang sendirian…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s